Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blitar





keluarga besar MAN Blitar ketika
melaksanakan istighosah bersama

Nama Madrasah : MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTA BLITAR
Alamat : Jl. Jati no 78 Blitar
Kode Pos : 66121
Telepon : 0342 - 801041
Desa : Sukorejo
Kecamatan : Sukorejo
Kota : Blitar
Propinsi : Jawa Timur
Website : www.mankotablitar.com
E-Mail : info@mankotablitar.com
Tahun berdiri : 1970

VISI MADRASAH

Unggul dalam IPTEK kental dengan IMTAQ yang kamilin dan populis

MISI MADRASAH

1. Mengoptimalisasikan Sumber Daya Manusia (SDM) akademik, lulusan siswa dan tingkat ketaqwaan kepada Alloh SWT.
2. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan bimbingan efektif, demokratis dan dinamis
3. Mendorong semua warga Madrasah memiliki semangat berprestasi.
4. Meningkatkan pemberdayaan potensi yang dimiliki Madrasah.

Tujuan Madrasah

1. Memiliki guru yang berkompeten dalam pelasanaan kurikulum dan sistem peenilaian berbasis kompetensi (KSPBK) dan life skill.
2. Memiliki silabus yang telah disusun berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi untuk setiap mata pelajaran yang telah mengintegrasikan Life Skill.
3. Memiliki perangkat penilaian berbasis kompetensi.
4. Mengembangkan model-model pembelajaran inovatif yang menyenangkan bagi guru maupun siswa.
5. Mengembangkan kreatifitas siswa dalam bidang-bidang KIR dan Olympiade.
6. Meningkatkan Pendalaman Materi dengan Pemberdayaan Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa, Komputer.
Lihat Lebih Banyak...

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 02.22 0 komentar  

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jombang



PROFIL
MADRASAH ALIYAH NEGERI
TAMBAKBERAS JOMBANG JAWA TIMUR


Identitas Sekolah Nama Sekolah : MAN Tambakberas Jombang
No Statistik : 311351713005
Alamat Sekolah : Jl. Merpati Tambakberas Tambakrejo
Kecamatan : Jombang
Kabupaten : Jombang
Propinsi : Jawa Timur
No. Telp. : (0321) 862352 - 866740
No. Fax. : (0321) 855537
Website : www.mantambakberas.com


Identitas Kepala Sekolah
Nama Kepala Madrasah : Drs. H. AH. SUTARI, MPd.
NIP : 131 415 738
Pendidikan Terakhir : S2


Sejarah MAN Tambakberas Jombang

Rintisan awal berdirinya MAN Tambakberas Jombang, telah dimulai sejak tahun 1954, dengan nama Madrasah Mu’alimin (Mu’allimat) Atas 4 tahun atau MMA yang didirikan oleh para Ulama dan diprakarsai oleh Al-Maghfurlah KH. Fatah Hasyim. Ciri khas utama MMA adalah merupakan lembaga pendidikan Pondok Pesantren dengan mengutamakan kajian kitab-kitab kuningnya dan berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur.

Seiring dengan perhatian Orang Tua / Wali murid dari tahun ke tahun semakin bertambah pesat, ini ditandai dengan semakin banyaknya siswa-siswi yang berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, pemikiran-pemikiran inovatif terus dilakukan.

Untuk peningkatan mutu, dimunculkan gagasan menambah masa studi, dari 4 tahun menjadi 6 tahun, dan diberi nama Madrasah Mu’allimin Muallimat Atas 6 Tahun (MMA).

Seiring dengan kemajuan Madrasah dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan nasional, maka pada tahun 1969 berdasarkan SK. Menag No. 23 Tanggal 4 Maret 1969, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Atas di Negerikan dengan perubahan kelas 1, 2, 3 menjadi Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTsAIN), dengan kepala sekolah Bapak Drs. H. Moh. Syamsul Huda As, SH., dan kelas 4, 5, 6 menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN), dengan kepala Al Maghfurlah KH. Al Fatich Abd. Rohim.

Pada tahun 1980, MAN memiliki 3 (tiga) program jurusan, yaitu: program Agama, IPA dan IPS. Pada tahap berikutnya, muncul kebijakan baru dari Depag RI yang menghapus program Agama, maka MAN Tambakberas merespon perubahan itu dengan mengganti program baru, yaitu bahasa. Sampai sekarang ini MAN Tambakberas Jombang membuka program jurusan Bahasa, IPA (kelas Unggulan, Reguler, dan program ketrampilan) dan IPS.

Dalam perkembangan berikutnya, agar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) benar-benar dapat melaksanakan kurikulum Depag RI secara penuh dan Madrasah Mu’allimin Mu’allimat atas (MMA) tetap berjalan sesuai ciri khas utama Pondok Pesantren, yaitu kurikulum yang lebih banyak memporsikan kajian kitab-kitab kuning, maka Madrasah ini dipisahkan menjadi MMP dan MTsAIN (setingkat SLTP) dan MMA dan MAAIN (setingkat SMA). Dengan adanya pemisahan ini maka MAN Tambakberas Jombang dapat lebih fokus dalam pembinaan dan menjadi semakin berkembang hingga saat ini

Pada tahun 1980 terjadi alih tugas kepimpinan, Bapak KH. Ach. Al Fatich Ar. ditugaskan menjadi kepala MTsAIN dan Bapak Drs. KH. Moh. Syamsul Huda As. SH menjadi kepala Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) yang sekarang menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri).

Pada tahun 1980, MAN memiliki 3 (tiga) program jurusan, yaitu: program Agama, IPA dan IPS. Pada tahap berikutnya, muncul kebijakan baru dari Depag RI yang menghapus program Agama, maka MAN Tambakberas merespon perubahan itu dengan mengganti program baru, yaitu bahasa. Sampai dengan sekarang ini MAN Tambakberas Jombang memiliki program jurusan: Bahasa, IPA (kelas Unggulan, Reguler, dan program ketrampilan) dan IPS.

Hingga saat ini MAN Tambakberas telah melalui 5 periode kepemimpinan, beliau adalah:

1. Bapak KH Ach. Alfatich AR. (Alm)
2. Bapak Drs. KH Moh. Syamsul Huda AS, SH, M.Hi.
3. Bapak Drs. H. Abd. Madjid.
4. Bapak Drs. H. Moh. Azam, M.Sc.
5. Bapak Drs. H. Ahsan Sutari, M.Pd.


Visi dan Misi

Visi:

“Madrasah Aliyah Negeri Tambakberas Jombang siap mewujudkan insan yang beriman bertaqwa, berilmu, dan beramal”.

Misi:

• Menjadikan agama sebagai prioritas utama layanan pendidikan.
• Membudayakan iklim Islami di lingkungan Madrasah.
• Meningkatkan kajian kitab kuning.
• Meningkatkan kualitas lulusan dan potensi siswa (akademik non akademik).
• Mengembangkan pemikiran ilmiah.
• Mempersiapkan lulusan yang terampil di bidang ilmu Agama, Ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Meningkatkan kerjasama dengan semua pihak yang terkait.



Lihat lebih banyak ...

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 01.15 0 komentar  

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo



         Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo merupakan relokasi dari SPIAIN/MAN Jombang pada tanggal 18 Maret 1979 dengan nomor statistik Madrasah 311351512004 yang bertempat di Jalan Gajah Mada Nomor 76 Sidoarjo. Gedung yang ditempati saat itu statusnya masih menyewa dan bekas sekolah Tionghoa. Pada waktu itu yang menjadi Kepala Madrasah adalah H. Sri Suparto, SH mulai tahun 1980-1988.

          Kemudian pada tanggal 27 Juli 1987 MAN Sidoarjo pindah ke lokasi Jl. Jenggolo Belakang Stadion Sidoarjo sebelah timur Sekolah Menengah Ekonomi Atas Negeri (SMEA Negeri). Tanah yang ditempati gedung MAN Sidoarjo sudah menjadi hak milik dengan nomor sertifikat tanah 7818/89 yang luasnya 3.947 m2. Kemudian pada tahun 1988 ada pergantian Kepala Sekolah dari H. Sri Soeparto, SH. digantikan Drs. H. Moh. Cholid sampai tahun 2001. Dalam tahun 1994 ada penambahan tanah seluas 2.458 m2 dengan nomor sertifikat 355/94 dan tahun 1999 ada penambahan lagi seluas 1.119 m2 dengan nomor sertifikat 006/99. Jadi jumlah luas tanah MAN Sidoarjo saat ini adalah 7.524 m2.

         Berdasarkan kurikulum 1975, MAN Sidoarjo pada awalnya membuka dua jurusan yaitu program IPA dan program Agama, kemudian pada tahun 1982/1983 membuka satu program jurusan lagi yaitu IPS. Selanjutnya pada tahun pelajaran 1985/1986 berdasarkan atas perubahan kurikulum sekolah lanjutan tingkat atas, maka dalam hal ini MAN Sidoarjo membuka tiga program jurusan, yaitu :

Program Agama
Program Ilmu Biologi
Program Ilmu Sosial

         Pada tahun pelajaran 1989/1990 dibuka lagi program ilmu Fisika. Dengan demikian MAN Sidoarjo memiliki empat pilihan program. Sejak keberadaannya di Jl. Jenggolo Blk Stadion, perkembangannya cukup bagus, baik dari segi lingkungan maupun sarana pendidikannya. Pembangunan sarana fisik terus meningkat, lebih-lebih tempatnya yang strategis bagi pendidikan karena jauh dari kebisingan dan keramaian kota ditambah letaknya di antara sekolah-sekolah umum yang favorit di Sidoarjo seperti SMUN 1, STM Perkapan, SMKK, dan SMEA Negeri. Kesemuanya itu menjadikan MAN harus berani berkompetitif baik dalam kualitas maupun kuantitas.

         MAN Sidoarjo yang dapat dikatakan berada di jantung kota Sidoarjo merupakan satu-satunya Madrasah Aliyah Negeri di Sidoarjo. Sebab hanya ada satu MAN saja sedang yang lainnya swasta. Oleh sebab itu tidak heran jika masyarakat Sidoarjo yang mayoritas beragama Islam ini sangat besar perhatiannya terhadap MAN Sidoarjo. Kepercayaan masyarakat Sidoarjo dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah pendaftar calon siswa baru setiap tahunnya. Namun sayang sekali daya tampung Madrasah sangat terbatas, sehingga tidak semua pendaftar bisa diterima di MAN Sidoarjo.

         Dengan diberlakukannya kurikulum tahun 1994, MAN Sidoarjo membuka 2 pilihan program, yatu program IPA dan IPS. Kebijakan ini diambil setelah kurangnya minat siswa memilih program bahasa dan MAK. Sampai pada tahun 2001 terjadilah pergantian kepala sekolah MAN Sidoarjo, dari Drs. H. Moh. Cholid yang memang sudah waktunya purna tugas digantikan oleh Drs. H. Abd. Shomad, M.Ag. yang berasal dari kepala MTsN Tlasih Tulangan Sidoarjo, dan saat ini yang menjabat sebagai Kepala Sekolah adalah H. M. Maksum AF, SH, M.Pd. yang berasal dari MAN Mojokerto.



Proses Halal Bi Halal MAN Sidoarjo

        Dalam perkembangan selanjutnya, MAN Sidoarjo telah mempersiapkan diri untuk menerima diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dan saat ini beberapa sarana dan prasarana baik fisik maupun non fisik sudah ditata dengan harapan MAN Sidoarjo di masa mendatang dapat menjadi salah satu alternatif masyarakat sebagai lembaga pendidikan di Sidoarjo
Lihat lebih banyak...

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 17.33 0 komentar  

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lamongan



PROFIL MAN Lamongan

1. Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Negeri Lamongan
2. Alamat : Jl. Veteran No. 43 Kel. Jetis Lamongan
3. Kecamatan : Lamongan
4. Kabupaten : Lamongan
5. Propinsi : Jawa Timur
6. Kode Pos : 62211
7. Tanggal berdiri : 30 Mei 1980
8. No. Statistik Madrasah : 311353411034
9. Nomor Induk Sekolah : 310010
10. Telephon / Faximele : (0322) 321649
11. Status Akreditasi : Terakreditasi A ( Tahun 2005 )
12. Waktu Belajar : 07.00 – 13.45 wib
13. Status dalam KKM : Induk
14. Jumlah anggota KKM : 42 Madrasah
15. Luas Tanah : 15.525 M2
16. Listrik :
> Sumber : PLN
> Volt ase : 220 V
> Daya : - 2 Sambungan @ 11.000 watt
- 1 Sambungan @ 2.500 watt
- 2 sambungan @ 3.600 watt
- 1 Sambungan @ 6.600 watt
17. Jumlah Rombongan belajar : 26 kelas
18. Program yg diselenggarakan : Bahasa, IPA dan IPS
19. Program Keterampilan yang dikembangkan : - Tailoring (menjahit)-
- Radio & TV Repair (Reparasi Radio & TV)
- Furniture Prodaction & Woodwork (Produksi Perabot Rumahtangga)
- Komputer
20. Laboratorium penunjang pembelajaran : - 2 unit Laboratorium IPA
- 2 unit Laboratorium Bahasa
- 1 unit Laboratorium Komputer
21. Infaq Pembangunan untuk siswa baru tahun 2007/2008 : Minimal Rp. 600.000,-
22. Iuran bulanan Komite : Rp. 55.000,- / Rp. 65.000,- (Prog.Keteramp.)
23. Jumlah siswa tahun 07/08 : 1.096 orang
24. Nomor Induk Siswa terakhir : 8.291
25. Jumlah Lulusan s/d 2007 : 6.329
26. Jumlah Tenaga Pendidik dan Tenaga pendidik 80 orang ( termasuk Tng.Kependidikan BK/BP )
27. Tenaga Administrasi : - 9 orang
- Pustakawan 2 orang
- Laboran 1 orang
- Cleaning service, Tenaga keamanan,
-Petugas Koperasi & UKS dll 10 0rang
28. Kegiatan Extra Kurikuler : - Pramuka, PALA, PMR, PKS, UKS
- Mukhadloroh, Qiroah, Qosidah
- Teater, Musik, Drum band
- Volly Ball, Bola Basket, Futsal



Gedung MAN Lamongan

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 07.26 0 komentar  

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tuban




Profil Sekolah

IDENTITAS MADRASAH

1. Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tuban
2. Alamat Madrasah :
 a. Jalan : Jl. HOS Cokroaminoto No. 4
 b. Desa / Kelurahan : Gedongombo
 c. Kecamatan : Semanding
 d. Kabupaten : Tuban
 e. Profinsi : Jawa Timur Kode : 0500
 f. Nomor Telepon : ( 0356 ) 321701
3. Status Sekolah : NEGERI
4. SK Akreditasi :
 a. Nomor : B / Kw.13.4 / MA / 060 / 2004
 b. Tanggal : 28 September 2004
5. N S M : 31.1.35.23.13.780
6. Tahun Berdiri : 1979
7. Program yang diselenggarakan : IPA, IPS dan Bahasa
8. Nama Kepala Madrasah : Drs. H. S. SUMARI. M.Pd.I
9. SK Kepala Madrasah :
 a. Nomor : W.m./1-b/Kp.07.6/2817/SK/2002
 b. Tanggal : 12 Juli 2002



�Visi :

Terwujudnya pribadi muslim yang berkualitas unggul dalam prestasi, luhur dalam berahlakul karimah dan mampu bersaing padaera Golbalisasi.

�Misi :

a. Menumbuhkembangkan pemahaman dan penghayatan serta pengamalan ajaran Islam secara konsekwen.
b. Mengambangkan potensi akademik peserta didik secara optimal sesuai dengan bakat dan minat melalui proses pembelajaran.
c. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif kepada peserta didik dibidang keterampilan sebagai modal untuk terjun ke dunia usaha.
d. Mengambangkan potensi peserta didik melalui kegiatan olahraga dan seni, serta kegiatan ko kurikuler lain untuk memupuk disiplin dan mengambangkan kreatifitas.
e. Menerapkan budaya kompetensi dan kebersamaan secara seimbang
f. Mengembangkan potensi peserta didik dalam penguasaan bahasa.






Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tuban berdiri pada tahun 1979 yang merupakan relokasi MAN filial Probolinggo yang memang diperjuangkan adanya Madrasah Aliyah Negeri di Tuban dan akhirnya bias terwujud Madrasah Aliyah Negeri di Tuban dengan SK No. 2714 tanggal 1 Mei 1980.
Para perintis atau pendiri MAN Tuban dimotori oleh Drs. H. ABU ASJ’ARI dan H. SAIFULLAH serta para tokoh agama di Tuban antara lain : KH. MAHBUB IHSAN, H. M. SOFWAN NUR HADI, H. TARBI dan KUSMANADI. Dari tahun berdirinya (1979) secara definitive hingga saat ini, MAN Tuban telah dipimpin oleh lima Kepala Madrasah yakni Drs. ABU NAZARUDDIN, Drs. H. SAIFULLAH, DJAKIAS, Drs. ABU ASJ’ARI dan Drs. S. SUMARI.
Pada periode awal berdirinya MAN Tuban, tenaga-tenaga pendidik dibidang studi Agama kebanyakan lulusan dari Sarjana IAIN. Sedangkan guru bidang studi umum sebagian besar alumni IKIP yangsaat ini kebanyakan mengajar di SMU Negeri 1 (SMUN1) Tuban.Tenaga administrasi atau TU pada awal berdirinya MAN dipimpin oleh KUSMANADI, kemudian mendapatkan tenaga administrasi yang ber-SK definitif.


"Samudra Pasai"
Drum Band MAN TUBAN
Lihat lebih Banyak...

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 06.56 0 komentar  

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pacet Cianjur


SEJARAH
Bermula dari PGAPN 4 tahun (Pendidikan Guru Agama Pertama) pada tahun 1958 yang didirikan oleh Departemen Agama sebagai sekolah dinas, yang lulusannya diharapkan menjadi guru-guru Agama di SD/Ibtidaiyah,kemudian berkembang menjadi TRAINING CENTER GURU MADRASAH WAJIB BELAJAR (TC GMWB) Pacet pada tahun 1961 sebagai gagasan wajib belajar yang dicetuskan oleh pakar pendidikan pada saat itu, yang ditindaklanjuti oleh DEPAG denganprogram penugasan belajar bagi siswa lulusan terbaik PGAN 6 tahun dari seluruh Indonesia, belajar selama 2 tahun di TC GMWB Pacet. Materi pelajaran meliputi Agama Islam dan Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Inggris, termasuk Keterampilan Bercocok tanam, Beternak, Perikanan, dll Setelah mereka selesai dari TC, kemudian dikembalikan ke kampung halamannya masing-masing. Dengan harapan, mereka dapat mengabdikan diri di masyarakat sesuai dengan bekal ilmu yang telah diperolehnya.

* Pada tahun 1966 TC GMWB Pacet dikembangkan menjadi IAIN Jurusan Kemasyarakatan Fakultas Tarbiyah Syarif Hidayatullah Jakarta di Pacet, dengan ketua jurusannya Dr. Mastuhu alumnus Universitas Gajah Mada. Lama pendidikan 4 tahun, 3 tahun kuliah dan 1 tahun menyelesaikan skripsi. IAIN ini berakhir pada tahun 1978, yang kemudian dipindahkan ke Jakarta dan Bandung. Tahun 1970 didirikan pula Sekolah Persiapan IAIN Syarif Hidayatullah Pacet dengan tujuan agar memudahkan calon mahasiswa memasuki IAIN yang sudah lebih dahulu didirikan di komplek itu. Lama pendidikan di SP IAIN selama 3 tahun dengan status Sekolah Negeri.


* Berdasarkan SK 3 Menteri (Dikbud, Depag dan Dalam Negeri), lulusan SP IAIN dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta, asal jurusannya sesuai. Kurikulum yang dipergunakan adalah paduan antara kurikulum Aliyah dan SMA. Dalam perkembangan selanjutnya SP IAIN kurang dapat diharapkan bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya. Oleh karena itu disesuaikanlah dengan situasi yang terjadi saat itu dengan merubahnya menjadi MADRASAH ALIYAH NEGERI Pacet pada tahun 1980. Lama pendidikan 3 tahun. Kurikulum yang dipakai mengalami beberapa kali perubahan : Kurikulum DEPAG bobot materi 60 % Agama dan 40 % Umum. Kurikulum SK. 3 Menteri (Jurusan Agama, IPA dan Sosial) Kurikulum SK. 3 Menteri yang disejajarkan dengan kurikulum SMA Dikbud (Jurusan Biologi,Fisika, Sosial dan Agama) Kurikulum SK. 3 Menteri yang disempurnakan, setara dengan SMU Ditambah muatan lokal dalam bidang Studi Agama dan Bahasa Arab, dengan jurusan IPA, IPS dan Bahasa. MAN PACET terus berkembang, hingga pada tahun 2000, mendapat kehormatan menjadi MAN dengan tambahan program Keterampilan, merupakan bantuan dari IDB – LOAN yang dikelola tersendiri namun terpadu. Program ini termasuk program khusus yang diselenggarakan sore hari. Jenis keterampilan yang diberikan yaitu Elektronika, Tata Busana, Penanganan dan Pengolahan Hasil Pertanian (P2HP). Kini 2004 MAN PACET selangkah lebih maju dengan segudang prestasi ekstra kurikuler yang pernah diraihnya (PASKIBRA, PRAMUKA, PMR, DRUMBAND DAN SANGGAR SENI)

Dramben, salah satu kegiatan di MAN Pacet Cianjur

Visi & Misi

V I S I :
"Terwujudnya MADRASAH sebagai lembaga Pendidikan yang menjadi panutan masyarakat untuk melahirkan sumberdaya insani yang imani, islami, dan ihsani. Serta menjadi lembaga pendidikan pavorit di kabupaten Cianjur"


M I S I :
Terbentuknya MADRASAH yang islami berdaya guna dan berhasil guna dengan mengintegrasikan aspek pembelajaran, pengalaman, dan Pengamalan serta penterapan nilai dan norma akhlak mulia.

Lihat lebih banyak...

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 04.55 0 komentar  

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Malang


Mengenai sejarah MAN 3 Malang, secara singkat bermula dari suatu lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah rendah negeri. Hal ini berdasarkan surat keputusan bersama menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan menteri Agama pada tanggal 2 Desember 1946 no. 1142/BH.A tentang penyediaan guru agama secara kilat dan cepat, sehingga ditetapkan rencana pendidikan guru agama Islam jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, maka pada tanggal 16 Mei 1948 mulai didirikan Sekolah Guru Hakim Islam (SGHI) dan Sekolah Guru Agama Islam (SGAI). Selanjutnya berdasarkan ketetapan menteri agama tertanggal 15 Agustus 1951 no. 7 SGAI diubah menjadi Pendidikan Guru Agama (PGA 5 tahun) yang siswanya berasal dari lulusan sekolah rendah atau madrasah rendah. Berdasarkan Surat ketetapan menteri agama tanggal 21 Nopember 1953 no. 35, lama belajar di PGA ditambah 1 tahun, sehingga menjadi 6 tahun, dan diubah menjadi dua bagian, yaitu, Pertama: Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP), lama belajarnya 4 tahun ( kelas 1 s/d kelas 4) dan Kedua: Pendidikan Guru Agama Atas (PGAA), lama belajarnya 2 tahun (kelas 5 dan kelas 6). Selanjutnya, pada tahun ajaran 1958/1959 PGAP dan PGAA dilebur menjadi PGAN 6 TAHUN Malang.

Perkembangan berikutnya, dengan adanya surat keputusan Menteri Agama tanggal 16 Maret 1978 no. 16, PGAN 6 tahun di pecah lagi menjadi dua lembaga pendidikan yaitu, Pertama: Kelas 1 s/d 3 menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Malang 1, dan Kedua: Kelas 4 s/d 6 menjadi Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Malang. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Agama no. 42 tanggal 1 Juli 1992 PGAN Malang beralih fungsi menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Malang. Dan berdasarkan surat keputusan Direktur Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam tanggal 16 Juni 1993 No. E/55/1993. MAN 3 Malang diberi wewenang untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK), yang selanjutnya berdasarkan perubahan kurikulum 1984 ke kurikulum 1994, MAPK berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) sampai sekarang.

VISI

"Terwujudnya madrasah model sebagai pusat keunggulan dan rujukan dalam kualitas akademik dan nonakademik serta akhlaq karimah."

MISI
  1. Membangun budaya madrasah yang membelajarkan dan mendorong semangat keunggulan.
  2. Mengembangkan SDM madrasah yang kompeten.
  3. Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas akademik dan nonakademik serta berakhlaq karimah.
  4. Mengembangkan sistem dan manajemen madrasah yang berbasis penjaminan mutu.
  5. Menciptakan dan memelihara lingkungan yang sehat, kondusif, dan harmonis.
  6. Meningkatkan peran serta stakeholders dalam pengembangan madrasah.
  7. Mewujudkan Madrasah yang memenuhi standar nasional pendidikan.
  8. Mewujudkan madrasah yang berorientasi pada standar international.
Tujuan Madrasah
1. Terwujud lolusan berkualitas akademik dan nonakademik serta berakhlaq karimah.
2. Terbangun budaya madrasah yang membelajarkan dalam satu visi.
3. Terwujud SDM madrasah yang memiliki kompetensi utuh.
4. Terlaksana tatakelola madrasah yang berbasis sistem penjaminan mutu.
5. Tercipta dan terpelihara lingkungan madrasah yang sehat, kondusif, dan harmonis.
6. Terbentuk Stakeholders yang mempunyai rasa memiliki madrasah (school ownership).
7. Tercapai standar nasional pendidikan.
8. Terwujud madrasah yang berorientasi pada standar international.



DIANTARA BEBERAPA KEGIATAN SISWI-SISWI MAN 3 MALANG

Di Madrasah Aliyah Negeri Malang ini, siswa bebas berekspresi sesuai keinginan mereka. Seperti didalam kelas, siswa dapat menghias dan didesain sesuai dengan selera mereka atau otonomi kelas sehingga menciptakan sekolah sebagai rumah pertama adalah tujuan MAN 3 Malang. Prinsip pendidikan berbasis sekolah berjalan efektif di MAN 3 Malang. Sekolah yang menentukan model pendidikan terbaik untuk sekolah mereka. Di MAN 3 Malang, siswa tak lagi menjadi murid pasif yang mennunggu arahan sang guru. Di MAN 3 Malang, siswa bebas bersuara untuk masa depan mereka.
Lihat lebih banyak...

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 03.56 0 komentar  

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta




I. Sejarah MAN 1 Surakarta

Madrasah Aliyah negeri 1 Surakarta awal mulanya adalah Madrasah Aliyah Al-Islam Surakarta di bawah Yayasan Al-Islam pada tahun lima puluh-an ( Seribu Sembilan Ratus Lima Puluh-an -red ).

Karena keinginan pemerintah untuk mendirikan Madrasah Aliyah Negeri, maka pemerintah meminta kepada Yayasan Al-Islam untuk mengangkat status madrasah tersebut dari swasta menjadi negeri.

Dengan adanya negosiasi dan telah dicapainya kesepakatan diantara kedua belah pihak, Yayasan Al-Islam merelakan sebagian siswa-siswinya dimasukkan ke Madrasah Aliyah Negeri. Penegerian Madrasah ini didasarkan surat keputusan menteri Agama RI No.180 Tahun 1967 tanggal 21 Juli 1967 dengan nama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) Surakarta. Yang lokasinya masih satu tempat dengan MA Al-Islam sehingga dalam satu lokasi terdapat tiga lembaga pendidikan :



1. Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Al -Islam yang dikepalai oleh H.A. Ruslan, BA.
2. Madrasah Aliyah Al-Islam yang dikepalai oleh K.A.Mustafa.
3. Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) yang dikepalai KM. Ma’muri ( Kyai Muhammad Ma’muri ).

MAAIN satu lokasi dengan Al-Islam di Jl. Honggowongso 65. Surakarta, selama 10 tahun. Kemudian pindah ke Grobogan. Madrasah ini baru menempati lokasi sendiri pada tgl 10 Mei 1977, bertempat di Jl. Sumpah Pemuda.

Sejak tahun 1990 MAN 1 Surakarta dipercaya oleh pemerintah untuk menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus ( MAPK ) yang kemudian berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan ( MAK ). Hal ini berdasarkan Surat keputusan Menteri Agama RI No. 138 tahun 1990.



Tahun 2001, dengan bantuan dari IDB (Islamic Development Bank) MAN 1 Surakarta membuka program Workshop yang menempati lokal 3 di Jl. Sumpah Pemuda No. 29. Workshop keterampilan yang dibuka adalah tata busana, maintenance & repair computer, dan kesekretarisan yang bertujuan memberi bekal vokasional bagi peserta didik yang tidak melanjutkan studi karena beban ekonomi keluarga.

Pada tahun 2006 MAN 1 Surakarta mengembangkan program pendidikannya dengan membuka Program Boarding School yakni program berasrama bagi peserta didik yang berkosentrasi pada pengembangan akademik tinggi untuk siap bersaing di berbagai even lomba akademis seperti olimpiade, karya ilmiah, penelitian dan sejenisnya serta mempersiapkan peserta didik siap bersaing kursi di perguruan tinggi ternama pada jurusan yang prospektif seperti UGM, IPB, ITS, UIN Jakarta, UIN Malang (jejaring kerjasama Depag) dan PTN lain seperti STAN, STPN, STT Telkom, UNS, UNDIP dll.

II. VISI, MISI DAN TUJUAN

Tantangan masa depan seperti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta globalisasai disegala sisi kehidupan yang massif, menjadikan madrasah merespon tantangan tersebut sekaligus menangkap sebagai peluang untuk memajukan anak didik agar mampu beradaptasi dalam perkembangan global, bersaing dalam dinamika masyarakat yang demokratis, berkeadilan dan mengedepankan law enforcement; dengan tetap mengedepankan cara-cara mencerahkan serta akhlakul karimah (bil hikmah wa mau’idlotil hasanah) dan selalu membawa nafas islami dalam segala aktivitas. Untuk itu MAN 1 Surakarta mengembangkan Visi dan Misi sebagai berikut :

VISI :

TERBENTUKNYA GENERASI YANG ISLAMI DAN BERPRESTASI

MISI :

1. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan Agama Islam
2. Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
3. Mengembangkan potensi akademik siswa secara optimal sesuai dengan bakat dan minatnya melalui proses pendidikan.
4. Melaksanakan bimbingan secara efektif pada siswa untuk melanjutkan pendidikan.
5. Meningkatkan daya saing dan kemampuan siswa ke perguruan tinggi.
6. Meningkatkan penguasaan keterampilan dan life skill

III. Tujuan Madrasah

Tujuan Madrasah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Tujuan pengembangan ciri khas Agama Islam pada Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta adalah memberikan landasan Islami yang kokoh agar peserta didik memiliki kepribadian yang kuat dilandasi oleh nilai-nilai keislaman bagi perkembangan kehidupan selanjutnya.

A. Sarana Pendidikan

Dalam rangka menunjang keberhasilan pendidikannya, MAN 1 Surakarta berupaya secara bertahap untuk melengkapi sarana-prasarana pendidikannya. Hingga kini MAN 1 Surakarta telah memiliki ruang belajar yang representatif, Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Asrama, Ruang Keterampilan, dan sarana penunjang lainnya.
Lihat Lebih Detail Lagi...
HOME, FORUM, PROFIL, MAPK/MAKN, BOARDING SCHOOL, WORKSHOP KETERAMPILAN

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 03.54 0 komentar  

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya





SEJARAH MAN SURABAYA
1.SPIAIN Surabaya Berdiri tanggal 01 September 1963 Diresmikan penegeriannya tanggal 26 Nopember 1963 dengan SK Menteri Agama Nomor 83 Tahun 1963 tanggal 05 September 1963.
2.SPIAIN Surabaya diubah menjadi MAN Surabaya dengan SK Menteri Agama Nomor 17 Tahun 1978 tanggal 16 Maret 1978.
3.MAN Surabaya adalah SMA Negeri berciri khas Islam, satu-satunya diantara 23 SMA Negeri di Kota Surabaya
4.MAN Surabaya berdiri diatas tanah seluas 1.597,5 m2 di Jalan Bendul Merisi Selatan IX/20, Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya

VISI MAN SURABAYA
Terwujudnya Manusia yang Kuat Beragama, Islami, Cerdas, Trampil dan Mandiri

MISI MAN SURABAYA

Meningkatkan kualitas kelembagaan dengan pengembangan sarana dan prasarana yang bersih dan rapi
Meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan tenaga kependidikan dengan selalu berorientasi pada belajar
Menciptakan lingkungan belajar efektif melalui peningkatan rasa senang yang dimiliki siswa dan tenaga kependidikan terhadap MAN Surabaya
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya adalah merupakan satu-satunya MAN yang ada di Surabaya, namun keberadaannya masih belum diketahui oleh banyak masyarakat Surabaya, hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah :
1. Menipisnya minat Warga surabaya terhadap minat dan juang mengokohkan sendi-sendi Agama yang ada dalam diri anak-anaknya.
2. Masyarakat Surabaya mulai berpikiran bahwa ilmu-ilmu Agama Islam sudah tidak atau kurang dibutuhkan oleh Dunia Modern.
3. Letak MAN Surabaya yang kurang setrategis ditambah kurangnya lahan untuk memperluas bangunan pendidikan.
Mungkin terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan MAN Surabaya kurang di kenal oleh Masyarakat Surabaya, namun ketiga faktor diatas adalah faktor utama yang sering dibicarakan masyarakat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam MAN Surabaya adalah kurangnya perhatian dari Menteri Agama ataupun Walikota setempat. hal ini ditunjukkan dengan letak atau lokasi MAN yang kurang strategis dan luas. atau mungkin memang sengaja mereka lakukan dengan rencana MAN Surabaya hanya sebagai media TRANSIT bagi orang-orang tertentu. Terus bagaimana MAN Surabaya bisa menjadi lebih dan lebih maju lagi???
sayang kalau memang "MANSUR" - panggilan akrab MAN Surabaya - harus dibiarkan begitu terus-menerus, bagaimana nasib anak-anak Surabaya yang ingin mendalami Agama nantinya ya??!!! haruskah mereka mengenyam pendidikan di pondok atau di luar Negeri Surabaya? padahal sebenarnya apa yang disangka banyak orang tentang MANSUR adalah beda. Bahwa MANSUR bukan hanya mengajarkan tentang pendidikan Agama saja melainkan juga tentang disiplin ilmu modern. bahkan banyak diantara siswa-siswi MAN yang ikut olimpiade, dan banyak juga dari mereka yang menyabet juara dari berbagai aspek perlombaan baik tingkat Jawa Timur maupun Nasional.
Berita Lengkap MAN Surabaya...

Diposkan olehFarid Qomaruddin di 03.39 0 komentar